Nodeflux Central
Face Recognition

Face Recognition

Deteksi wajah real-time, pengenalan identitas, dan pencocokan dengan database wajah terdaftar untuk access control, absensi, identifikasi VIP, dan monitoring keamanan.

Face Recognition adalah keluarga pipeline analitik video real-time yang mendeteksi wajah dalam stream video, mengekstrak fitur wajah unik, dan mencocokkannya dengan database identitas yang sudah terdaftar. Sistem ini dapat mengidentifikasi individu yang dikenal (VIP, karyawan, watchlist) atau mendeteksi wajah tidak dikenal untuk enrollment dan tracking. Tersedia tujuh varian pipeline yang terbagi menjadi dua arsitektur: Native (deteksi dan recognition keduanya dijalankan di GPU server) dan Hybrid (deteksi wajah dilakukan oleh kamera atau perangkat edge melalui protokol vendor, server hanya melakukan recognition).

Pada akhir halaman ini Anda akan tahu apa yang dilakukan Face Recognition, varian mana yang sesuai dengan deployment Anda, output yang dihasilkan, dan cara mengonfigurasinya. Untuk referensi endpoint API, lihat API Reference.


Pilih Varian

Visionaire menyediakan tujuh varian Face Recognition yang dapat dipilih sesuai dengan ketersediaan GPU server, jenis kamera/perangkat sumber, dan kebutuhan atribut demografis.

Analytic IDNamaModeAtributUse case singkat
NFV4-FRFace RecognitionNative GPU (ROI)TidakDefault; deteksi + recognition penuh di GPU server, akurasi maksimal
NFV4-FRAFace Recognition With AttributesNative GPU (ROI)Ya (gender, usia, atribut pakaian)NFV4-FR dengan analisis atribut demografis paralel
NFV4-LFRFace Recognition LiteNative GPU (full-frame)TidakVersi ringan untuk deployment edge dengan resource terbatas
NFV4H-FRHybrid Face RecognitionHybrid (full-frame)TidakHybrid generic; deteksi pada perangkat eksternal, recognition di server
NFV4H-ISAPI-FRISAPI Face RecognitionHybrid (full-frame)YaUntuk kamera Hikvision yang mendukung ISAPI Face Snap
NFV4H-WZMND-FRWizmind Face RecognitionHybrid (full-frame)YaUntuk kamera Dahua dengan WizMind Face Detection (metadata ONVIF)
NFV4H-MOBLE-FRMobile Face RecognitionHybrid (full-frame)YaUntuk perangkat Android yang menjalankan SDK mobile Nodeflux

Native vs Hybrid

Pada varian Native (NFV4-FR, NFV4-FRA, NFV4-LFR), GPU server melakukan dua tahap inferensi: deteksi wajah (lokalisasi bounding box) dan ekstraksi embedding untuk recognition. Pendekatan ini memberikan akurasi maksimal dan kontrol penuh atas parameter deteksi, tetapi membutuhkan kapasitas GPU yang lebih besar per stream.

Pada varian Hybrid (NFV4H-FR, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, NFV4H-MOBLE-FR), kamera atau perangkat edge melakukan deteksi wajah secara mandiri dan mengirimkan crop wajah beserta metadata bounding box ke server. Server hanya melakukan ekstraksi embedding dan pencocokan ke FREMIS-N. Pendekatan ini menghemat GPU server secara signifikan, tetapi mengharuskan perangkat sumber mendukung protokol yang sesuai:

  • NFV4H-ISAPI-FR — kamera Hikvision dengan dukungan event Face Snap melalui protokol ISAPI
  • NFV4H-WZMND-FR — kamera Dahua dengan dukungan WizMind Face Detection (metadata stream ONVIF)
  • NFV4H-MOBLE-FR — perangkat Android yang menjalankan SDK mobile Nodeflux untuk deteksi on-device
  • NFV4H-FR — integrasi hybrid generic untuk skenario kustom

Varian hybrid spesifik vendor (ISAPI, WizMind, Mobile) memerlukan kamera atau perangkat dengan firmware/SDK yang kompatibel. Persyaratan versi firmware dan SDK spesifik perlu dikonfirmasi dengan tim deployment Nodeflux sebelum pengadaan perangkat.


Apa yang Dilakukan

Kemampuan

  • Deteksi wajah real-time — mendeteksi wajah manusia dalam frame video. Pada varian Native dilakukan oleh GPU server; pada varian Hybrid dilakukan oleh kamera/perangkat edge.
  • Pengenalan identitas — semua varian mencocokkan wajah terdeteksi dengan database wajah FREMIS-N di server.
  • Multi-face tracking — melacak beberapa wajah sekaligus dengan track ID unik per individu.
  • Penilaian kualitas wajah — memfilter gambar buram, terlalu kecil, atau berkualitas rendah sebelum diproses (berlaku untuk semua varian).
  • Supresi wajah statis — menghindari deteksi berulang pada foto, poster, atau wajah yang diam.
  • Analisis atribut (NFV4-FRA, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, NFV4H-MOBLE-FR) — estimasi gender, usia, dan atribut pakaian secara paralel. Tidak tersedia pada NFV4-FR, NFV4-LFR, dan NFV4H-FR.
  • Mode deployment edgeNFV4-LFR dirancang untuk perangkat dengan resource GPU terbatas (footprint memori dan kompute lebih kecil).

Yang TIDAK Dilakukan

  • Tidak mengidentifikasi emosi — FR hanya mendeteksi dan mengenali wajah, bukan menganalisis ekspresi
  • Tidak menjamin akurasi 100% — akurasi dipengaruhi pencahayaan, sudut kamera, dan kualitas enrollment
  • Tidak mengenali wajah yang tidak terdaftar — hanya wajah yang sudah di-enrollment yang bisa diidentifikasi; wajah lain diberi status UNKNOWN
  • Tidak berfungsi tanpa FREMIS-N — modul database wajah FREMIS-N harus berjalan sebagai dependensi untuk semua varian

Use Cases


Cara Kerja

Visionaire menjalankan Face Recognition dengan dua pola arsitektur. Diagram pertama menggambarkan flow Native (varian NFV4-FR, NFV4-FRA, NFV4-LFR); diagram kedua menggambarkan flow Hybrid (varian NFV4H-FR, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, NFV4H-MOBLE-FR).

Native Flow

lolos gagal Stream Video masukRTSP / File / Kamera Deteksi Wajah di GPU Serverbbox + landmark Trackingassign track_id Filter Kualitasukuran, blur, sudut Kumpulkan Sampelbeberapa frame terbaik Dibuang Ekstraksi Fiturvektor wajah unik Pencarian FREMIS-Ncocokkan dengan database Output Event JSONface_id, similarity, status

Saat frame video masuk, GPU server pertama-tama mendeteksi semua wajah beserta koordinat dan landmark-nya. Setiap wajah diberi track_id unik agar bisa dilacak antar frame. Wajah yang tidak memenuhi syarat kualitas — terlalu kecil, terlalu buram, atau sudut terlalu miring — langsung difilter. Wajah yang lolos filter dikumpulkan selama beberapa frame untuk mendapatkan sampel terbaik, lalu sistem mengekstrak fitur wajah sebagai vektor dan mencari kecocokan di database FREMIS-N.

Hybrid Flow

lolos gagal Kamera / Perangkat EdgeHikvision ISAPI, Dahua WizMind,atau Android Mobile SDK Deteksi Wajah on-devicebbox + crop wajah Kirim metadata + crop ke Servervia ISAPI / ONVIF / SDK Server menerima eventtrack_id dari perangkat Filter Kualitasukuran, blur Ekstraksi Fitur di GPU Servervektor wajah unik Dibuang Pencarian FREMIS-Ncocokkan dengan database Output Event JSONface_id, similarity, status

Pada flow Hybrid, kamera atau perangkat edge melakukan deteksi wajah secara mandiri menggunakan kemampuan bawaan firmware (Hikvision ISAPI, Dahua WizMind) atau SDK on-device (Android). Crop wajah dan metadata bounding box dikirim ke server Visionaire. Server hanya menjalankan tahap ekstraksi embedding dan pencarian FREMIS-N, sehingga beban GPU server jauh lebih ringan dibandingkan flow Native.


Persyaratan

Kamera

PersyaratanMinimumRekomendasi
Resolusi480p (640×480)720p (1280×720) atau lebih
Frame rate3 fps8–15 fps
Ukuran wajah dalam frame20 pixel tinggi (default filter)100+ pixel untuk recognition andal
CodecH.264H.264 / H.265
Color spaceBGRBGR

Persyaratan Kamera (Hybrid)

Untuk varian hybrid spesifik vendor, kamera atau perangkat sumber harus mendukung protokol berikut:

VarianPersyaratan Perangkat
NFV4H-ISAPI-FRKamera Hikvision dengan dukungan ISAPI dan event Face Snap (ISAPI-EVENTCAP-FS). Versi firmware minimum perlu dikonfirmasi dengan tim deployment.
NFV4H-WZMND-FRKamera Dahua dengan WizMind Face Detection aktif dan ONVIF metadata stream tersedia. Versi firmware dan profil ONVIF perlu dikonfirmasi dengan tim deployment.
NFV4H-MOBLE-FRPerangkat Android yang menjalankan SDK mobile Nodeflux. Versi minimum SDK dan persyaratan perangkat keras perlu dikonfirmasi dengan tim deployment.
NFV4H-FRIntegrasi hybrid generic; perangkat sumber harus mengirim crop wajah dan metadata bounding box dalam format yang disepakati.

Versi firmware spesifik untuk Hikvision dan Dahua, serta versi minimum SDK mobile Android, tidak tertanam dalam kode dan harus divalidasi dengan tim integrasi Nodeflux sebelum deployment produksi.

Lingkungan

  • Pencahayaan — merata, hindari backlight (cahaya kuat di belakang subjek). Pastikan wajah tidak berbayangan keras.
  • Pemasangan kamera — setinggi wajah (1,5–1,8 m) jika memungkinkan. Untuk mode FRONTAL, sudut deviasi maksimal 15° dari frontal.
  • Jarak — kamera dipasang 1–3 meter dari titik scan untuk mendapatkan ukuran wajah yang cukup.

Dependensi

  • FREMIS-N — layanan database wajah yang harus berjalan dan dapat diakses oleh Visionaire4. Enrollment wajah dilakukan melalui FREMIS-N API. Wajib untuk semua tujuh varian.

Setting Up

Pilih Varian

Tentukan varian Face Recognition yang sesuai dengan deployment Anda:

  • Server memiliki GPU yang cukup dan butuh akurasi maksimal → NFV4-FR
  • Sama seperti di atas, tetapi membutuhkan atribut demografis (gender, usia) → NFV4-FRA
  • Deployment edge dengan resource GPU terbatas → NFV4-LFR
  • Memiliki kamera Hikvision dengan dukungan ISAPI Face Snap → NFV4H-ISAPI-FR
  • Memiliki kamera Dahua dengan WizMind Face Detection → NFV4H-WZMND-FR
  • Menggunakan perangkat Android dengan SDK mobile Nodeflux → NFV4H-MOBLE-FR
  • Setup hybrid generic untuk integrasi kustom → NFV4H-FR

Pastikan FREMIS-N Berjalan

Verifikasi layanan FREMIS-N dapat diakses dari Visionaire4. FREMIS-N adalah database wajah yang menyimpan embedding identitas dan digunakan untuk pencarian kecocokan. Tanpa FREMIS-N, recognition tidak akan berjalan untuk varian apa pun.

Enrollment Wajah

Daftarkan identitas yang ingin dikenali ke database FREMIS-N melalui endpoint enrollment. Setiap identitas memerlukan minimal satu foto wajah; daftarkan 2–3 variasi foto (sudut dan pencahayaan berbeda) untuk hasil terbaik.

Lihat API Reference — Enrollment untuk detail endpoint dan parameter.

Buat Pipeline

Buat pipeline Face Recognition untuk stream video yang ingin dianalisis. Tentukan stream_id unik, pilih tipe pipeline sesuai varian yang ditentukan pada langkah pertama, dan sesuaikan parameter seperti similarity_threshold dan mode sesuai kebutuhan deployment.

Lihat API Reference — Pipeline untuk detail endpoint.

Verifikasi Output

Pantau event JSON yang dikirim oleh pipeline. Pastikan wajah terdaftar menghasilkan status KNOWN dengan similarity di atas threshold, dan wajah tidak terdaftar menghasilkan status UNKNOWN. Sesuaikan parameter jika akurasi belum sesuai harapan.

Integrasikan dengan Sistem Downstream

Konfigurasikan webhook atau consumer event untuk menerima output pipeline. Event dapat digunakan untuk trigger alert, mencatat absensi, atau menampilkan notifikasi VIP di dashboard.


Konfigurasi

Parameter konfigurasi di bawah berlaku untuk semua varian Face Recognition. Perbedaan utama antar varian terletak pada arsitektur deteksi (Native GPU vs Hybrid camera-assisted) dan service yang teregistrasi, bukan pada parameter recognition. Untuk varian Hybrid, parameter deteksi seperti fr_primary_threshold dan fr_min_face_size tetap diterapkan sebagai filter pada bounding box yang diterima dari kamera.

Parameter API

Parameter yang dikirim saat membuat pipeline via REST API. Parameter API meng-override environment variable untuk instance pipeline tertentu.

Parameter Deteksi

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
modeMode deteksi: 0 = FRONTAL, 1 = SURVEILLANCEtidak diset (perilaku setara SURVEILLANCE)Set 0 (FRONTAL) untuk area access control yang membutuhkan wajah menghadap kamera — sistem otomatis menaikkan fr_primary_threshold ke 0.9. Set 1 (SURVEILLANCE) untuk CCTV publik dengan wajah dari berbagai sudut
fr_primary_thresholdConfidence minimum untuk deteksi wajah0.8Turunkan ke 0.6–0.7 jika banyak wajah terlewat; naikkan untuk mengurangi false detection. Catatan: jika mode diset ke FRONTAL (0), nilai ini otomatis dinaikkan ke 0.9
fr_min_face_sizeTinggi minimum wajah dalam pixel20Naikkan ke 48–100 jika hanya ingin memproses wajah besar/dekat; turunkan untuk kamera jauh
frontal_onlyHanya proses wajah frontaltrueSet false untuk mode SURVEILLANCE atau area dengan traffic tinggi

Parameter Recognition

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
similarity_thresholdBatas minimum similarity untuk status KNOWN0.85Naikkan ke 0.90+ untuk keamanan tinggi; turunkan ke 0.75–0.80 untuk analitik keramaian
stddev_thresholdBatas kualitas embedding0.95Jarang perlu diubah; turunkan jika terlalu banyak embedding dibuang

Parameter Sampling & Event

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
fr_timeout_dumpWaktu tunggu sebelum event dikirim (ms)1500Naikkan ke 2500–5000 ms untuk mengurangi frekuensi event; turunkan untuk alert real-time
fr_sampling_sizeFrame yang dikumpulkan sebelum seleksi10Kurangi ke 4–6 untuk latensi lebih rendah; naikkan untuk seleksi kualitas lebih ketat
fr_max_dump_countEvent maksimum per track_id1000Kurangi jika ingin membatasi event per orang dalam satu sesi tracking
fr_idle_fps_hold_time_msDelay (ms) sebelum FPS turun ke fr_idle_fps saat tidak ada wajah3000Naikkan jika FPS terlalu sering berfluktuasi
fr_disable_dynamic_fpsNonaktifkan penyesuaian FPS dinamisfalseSet true untuk throughput yang konsisten
enable_unique_dumpDeduplikasi event serupafalseAktifkan jika event duplikat untuk orang yang sama menjadi masalah
fr_max_fpsFrame rate maksimum saat wajah terdeteksi8Turunkan ke 5 jika beban CPU/GPU tinggi
fr_idle_fpsFrame rate saat tidak ada wajah3Kurangi ke 2 untuk perangkat edge hemat daya

Filter Kualitas

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
fr_blur_filter_thresholdKekuatan filter blur (0–10)3Naikkan ke 6–8 untuk menolak gambar buram; turunkan jika terlalu banyak wajah dibuang
static_object_sensitivitySupresi wajah statis (0–10)5Naikkan ke 7–9 di area dengan foto/poster; turunkan ke 0–2 untuk museum atau galeri
fr_enhance_contrastAktifkan auto contrast enhancement pada crop wajah0Set 1 untuk memperbaiki kontras pada lingkungan low-light

Environment Variable

Environment variable berlaku untuk semua pipeline yang tidak menentukan parameter tersebut secara eksplisit.

Deteksi & Recognition

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
FR_PRIMARY_THRESHOLDConfidence minimum deteksi0.8Sama dengan fr_primary_threshold di API
FR_MIN_FACE_SIZETinggi minimum wajah (pixel)20Sama dengan fr_min_face_size di API
FR_SIMILARITY_THRESHOLDThreshold kecocokan recognition0.85Sama dengan similarity_threshold di API
FR_STDDEV_THRESHOLDThreshold kualitas embedding0.95Sama dengan stddev_threshold di API

Sampling & Event

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
FR_TIMEOUT_DUMPWaktu tunggu sebelum event (ms)1500Sesuaikan dengan kebutuhan latensi
FR_SAMPLING_SIZEFrame sebelum seleksi kandidat10Kurangi untuk latensi lebih rendah
FR_MAX_DUMP_COUNTEvent maksimum per track_id1000Kurangi jika ingin membatasi event per orang

Performa

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
FR_MAX_FPSFrame rate maksimum saat ada wajah8Turunkan ke 5 untuk beban tinggi
FR_IDLE_FPSFrame rate saat tidak ada wajah3Turunkan ke 2 untuk perangkat edge
FR_IDLE_FPS_HOLD_TIME_MSDelay sebelum mengurangi FPS (ms)3000Naikkan jika FPS terlalu sering berubah
FR_DISABLE_DYNAMIC_FPSNonaktifkan penyesuaian FPS dinamis0Set 1 untuk throughput konsisten

Filter Kualitas

SettingWhat it doesDefaultWhen to adjust
FR_STATIC_OBJECT_SENSITIVITYLevel supresi wajah statis (0–10)5Sama dengan static_object_sensitivity di API
FR_BLUR_FILTER_THRESHOLDKekuatan filter blur (0–10)3Sama dengan fr_blur_filter_threshold di API
FR_ENHANCE_CONTRASTAktifkan enhancement kontras0Set 1 di lingkungan pencahayaan kurang

Prioritas konfigurasi: Parameter API (tertinggi) → Environment Variable → Nilai Default (terendah). Parameter API hanya berlaku untuk instance pipeline tertentu; environment variable berlaku untuk semua pipeline.


Output yang Dihasilkan

Pipeline menghasilkan event JSON setiap kali wajah berhasil diproses. Event dikirim via webhook ke endpoint yang dikonfigurasi. Field analytic_id mengidentifikasi varian pipeline mana yang memancarkan event tersebut — salah satu dari NFV4-FR, NFV4-FRA, NFV4-LFR, NFV4H-FR, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, atau NFV4H-MOBLE-FR.

Struktur Event

{
  "analytic_id": "NFV4-FR",
  "timestamp": "2024-01-15T10:30:00Z",
  "stream_id": "5136c6c0916cd30c",
  "detections": [
    {
      "face_id": "employee_456",
      "similarity": 0.92,
      "status": "KNOWN",
      "track_id": 1,
      "variation": "var_1",
      "confidence_detection": 0.98,
      "detection_size": { "w": 120, "h": 150 },
      "sharpness_score": 8.5,
      "attributes": {
        "detection": { "confidence": 0.98, "label": "face" },
        "recognition": { "confidence": 0.92, "label": "employee_456" }
      },
      "location": { "latitude": -6.261376, "longitude": 106.823649 }
    }
  ]
}

Untuk varian yang menjalankan klasifikasi atribut (NFV4-FRA, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, NFV4H-MOBLE-FR), field attributes berisi tambahan klasifikasi seperti gender, estimasi usia, status pemakaian masker, dan atribut pakaian lainnya, di samping field detection dan recognition standar.

Field Utama

FieldTipeDeskripsi
analytic_idstringIdentifier tipe pipeline (NFV4-FR, NFV4-FRA, NFV4-LFR, NFV4H-FR, NFV4H-ISAPI-FR, NFV4H-WZMND-FR, atau NFV4H-MOBLE-FR)
timestampstringTimestamp ISO 8601 saat event dihasilkan
stream_idstringIdentifier stream sumber
detectionsarrayArray wajah yang terdeteksi dalam frame
face_idstringID identitas yang cocok, atau "UNKNOWN" jika tidak dikenali
similarityfloatSkor kepercayaan kecocokan dalam rentang 0.0–1.0
statusstring"KNOWN" jika similarity ≥ threshold, "UNKNOWN" jika tidak
track_idintID tracking untuk asosiasi temporal antar frame
variationstringVariasi enrollment yang cocok
confidence_detectionfloatConfidence deteksi wajah dari detektor
detection_sizeobjectDimensi bounding box {w, h} dalam pixel
sharpness_scorefloatSkor kualitas gambar wajah (0–10)
std_devfloatStandard deviation dari fitur wajah (indikator kualitas embedding)
messagestringPesan informasi dari proses recognition (mis. error FREMIS-N)
locationobjectKoordinat GPS {latitude, longitude} jika tersedia

Best Practices

Penempatan Kamera

  • Pasang kamera setinggi wajah (1,5–1,8 m) jika memungkinkan
  • Pastikan wajah minimal 100 pixel tingginya di frame untuk recognition yang andal
  • Hindari mengarahkan kamera ke jendela atau sumber cahaya langsung
  • Untuk pintu masuk sempit, kamera dengan focal length sedang memberikan coverage lebih baik

Kualitas Enrollment

  • Gunakan foto wajah dengan pencahayaan merata dan posisi frontal
  • Daftarkan 2–3 variasi per orang (sudut berbeda, kondisi cahaya berbeda) untuk kecocokan lebih baik
  • Hindari foto dengan kacamata gelap, topi, atau oklusi parsial lainnya
  • Gunakan keyspace yang terpisah per grup (karyawan, VIP, watchlist) untuk manajemen yang lebih mudah

Tuning Threshold

  • Mulai dengan nilai default similarity_threshold: 0.85
  • Monitor false positive (salah identifikasi) dan false negative (orang dikenal tidak terkenali)
  • Untuk keamanan tinggi: naikkan ke 0.90–0.95
  • Untuk analitik keramaian: turunkan ke 0.75–0.80
  • Perubahan threshold memengaruhi semua pipeline yang tidak menentukan nilai eksplisit

Memilih Antara Native dan Hybrid

  • Pilih Native (NFV4-FR/NFV4-FRA) ketika kapasitas GPU server mencukupi dan akurasi deteksi adalah prioritas utama
  • Pilih NFV4-LFR untuk deployment edge dengan satu atau dua kamera per perangkat dan resource GPU terbatas
  • Pilih varian Hybrid ketika memiliki kamera/perangkat yang sudah mendukung deteksi wajah on-device — ini menghemat GPU server secara signifikan dan memungkinkan deployment dengan jumlah stream yang jauh lebih besar

Limitations

  • Pengaruh pencahayaan — pencahayaan buruk, backlight, atau bayangan keras menurunkan akurasi deteksi dan recognition secara signifikan
  • Oklusi wajah — masker, kacamata hitam, topi lebar, atau rambut yang menutupi wajah menurunkan akurasi pengenalan
  • Wajah sangat kecil — wajah di bawah fr_min_face_size (default 20 pixel tinggi) difilter; akurasi recognition tetap rendah pada wajah di bawah 80–100 pixel meskipun lolos filter, jadi kamera terlalu jauh dari subjek tidak akan menghasilkan pengenalan yang andal
  • Gerakan cepat — motion blur dari gerakan cepat dapat menyebabkan gambar wajah tidak dapat diproses
  • Wajah dari samping ekstrem — mode FRONTAL tidak memproses wajah yang berpaling lebih dari ~30° dari kamera
  • Kembar identik — sistem memiliki kemampuan membedakan kembar, tetapi untuk keamanan sangat tinggi pertimbangkan faktor autentikasi tambahan
  • Database besar — performa pencarian FREMIS-N dapat menurun dengan database sangat besar; konsultasikan kapasitas dengan tim infrastruktur
  • Kualitas deteksi varian Hybrid — pada varian hybrid, akurasi dan recall deteksi bergantung pada algoritma deteksi yang berjalan di kamera/perangkat sumber. Visionaire tidak dapat menyetel parameter deteksi pada perangkat tersebut.
  • Atribut tidak tersedia di semua varian — varian NFV4-FR, NFV4-LFR, dan NFV4H-FR tidak menjalankan klasifikasi atribut; gunakan varian lain jika data demografis dibutuhkan.

Modul Terkait

On this page